Pages

Belajarlah seperti Anak Kecil

Kelahiran seorang anak adalah dambaan setiap ibu. Ketika bayinya lahir dan sedang mengalami masa-masa pertumbuhan dan perkembangannya dari memasukan semua yang dipegangnya ke mulut, mulai merangkak, berjalan, berbicara, dan sebagainya banyak hal-hal lucu yang kadang mengundang tawa si ibu atau orang-orang sekitar. Contohnya pada saat ia mulai berjalan tak jarang ia terjatuh dan kembali berjalan dengan tertatih-tatih kemudian jatuh lagi atau ketika ia belajar berbicara apapun yang kita ucapkan akan ia rekam dan kemudian ia ulangi perkataan kita dengan bahasanya. Pokonya lucu banget deh si dede bayi itu.

Ngomong-ngomong tahukah anda bahwa masa-masa itu adalah masa penyerapan informasi dan pengetahuan seorang manusia yang begitu cepatnya. Otak manusia dalam masa kanak-kanaknya bisa di ibaratkan sebuah roket yang meluncur sangat cepat. Ini adalah berdasarkan penelitian para ahli lho sobat?

Tanpa kita sadari dia berumur 7 Tahun dan sudah bisa segalanya mulai dari berjalan, berbicara, menghitung, dll. Kemampuannya sudah terlihat, yang dulunya berbicara tak karuan sekarang sudah pandai berbicara, dulu yang jalannya berlegak-legok bahkan sekarang sudah bisa berlari dan begitupun otaknya yang sudah bisa menghitung angka-angka. Artinya hanya dalam waktu 7 tahun mereka menguasai banyak hal tanpa kita sadari. Kemampuan yang dulu tidak ia punyai sekarang sudah pandai melakukan banyak hal. Tapi kita orang dewasa kadang sulit sekali untuk punya semangat belajar, kurang rasa ingin tahu, dan sering takut akan kegagalan jika di bandingkan anak-anak di atas.

Melihat kenyataan itu saya ingin kembali ke masa kanak-kanak lagi. Anda tahu kenapa?

- Seorang anak selalu belajar sesuatu dengan gembira.
- Seorang anak belajar dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi tanpa takut akan akibatnya.
- Seorang anak selalu memiliki perasaan yang ceria dan tak pernah bersedih.
- Seorang anak selalu bertanya dan tak pernah malu untuk bertanya.

Coba bandingkan dengan cara belajar manusia dewasa pada umumnya!

- Rasa malas yang begitu membelenggu diri membuat kita malas dalam belajar dan tak punya spirit untuk belajar.
- Ketika sedang belajar atau mempelajari sesuatu tak jarang rasa sok tahu yang kadang muncul tanpa sebuah kebenaran yang jelas. Silakan baca artikel saya yang berjudul Konsistensi yang Salah Kaprah.
- Pikiran-pikiran cemas yang kita punyailah yang kadang kita lebih-lebihkan daripada keyakinan penuh untuk bisa melakukan sesuatu. Silakan baca artikel, Adakah Kegagalan itu?.
- Dengan perasaan so tahu dan tak mau dibilang bodoh ataupun merasa lebih pintar kadang kita malu untuk bertanya kepada sesorang. Alhasil kita hidup bagaikan berjalan dalam kegelapan. Waduhh gawat tuh?

Semoga kita dapat mempelajari sesuatu dengan rasa senang dan penuh percaya diri seperti adek bayi di atas.
Semoga artikel di atas bermanfaat.
Salam sukses.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...