Pages

Konsistensi yang salah kaprah

Konsisten adalah ciri orang yang bijaksana. Bisa di bayangkan orang yang tidak konsisten dengan setiap apa kata hatinya. Dia sering terlihat bingung jika menghadapi suatu keputusan. Pernahkah anda melihat seseorang yang selalu bingung? Atau mungkin anda sendiri sering bingung jika menghadapi sebuah pilihan? Hayo?? Ngaku aja dehh?? Hehehe. Bercanda kok. ;-)
Saya disini ingin berbagi tentang sebuah konsep konsisten yang salah kaprah. Jadi tidak semua sifat konsisten itu baik untuk kita sob. Adakalanya sifat itu bisa menghambat kita menuju sebuah kesuksesan. Pasti teman-teman bertanya-tanya? "konsisten kok gak baik" Jelas-jelas ini kan bagus? Oke teman saya mulai saja ya saya mau sharing secuil pengetahuan yang saya miliki.
Pernahkah anda melihat seseorang teman anda yang apabila diberi suatu nasihat dari anda atau orang lain tetapi dia sering menentang atau menolaknya? Atau jika ada orang lain yang sedang menasihati kita, kadang-kadang kita sering mengabaikan tanpa di pikirkan terlebih dahulu? Kalau jawabannya ia. Hati-hatilah kita mungkin punya prinsip konsistensi yang salah kaprah. Konsisten semacam ini malah akan menghancurkan hidup anda. Dari pengamatanku di lingkungan sekitar kampus dan teman2 sekolahku dulu ternyata tidak sedikit orang-orang yang bisa dibilang pintar di kelasnya tapi dia memiliki sifat ini. Dia yakin akan pendirian hidupnya dan terlalu yakin akan setiap keputusan yang ia ambil daripada ia menuruti nasihat oranglain. Jika ada orang lain yang memberikan sebuah nasihat ia sering berkata, "memang sih tapi,...(disusul dengan pendapatnya)". Berhati-hatilah kawan. Jangan merasa pintar sendiri padahal kemampuan kita tidak seberapa. Persis seperti botol kosong yang selalu tertutup ketika ada air yang mau masuk. Bisa dipastikan potensi dirinya tidak akan bisa melejit jika memiliki sifat ini.
Berikut adalah ciri-cirinya :
- Jika ada orang yang menasihatinya dia selalu menolak secara langsung atau tidak langsung.
- Dia sering berkata, "Ah paling juga,.....(disusul dengan pendapatnya)
- Jika dia telah mendengar nasihat oranglain dia berkomentar, "Yang penting,....(disusul dengan pendapatnya)"
- Dia juga sering berkata, "memang sih tapi,....(disusul dengan pendapatnya).
- Dia adalah tipe orang yang malas atau tidak pernah baca buku, mengikuti seminar-seminar, pelatihan, dan sekedar berbagi dengan orang lain.
- Mempertahankan keputusan yang jelas-jelas salah.*
Untuk poin terakhir : setiap keputusan yang cepat itu baik tapi periksa kembali apakah keputusan yang anda ambil itu benar atau salah.
Terus apa solusinya?
- Jika anda menerima sebuah nasihat dari orang lain janganlah langsung anda menolaknya pikirkan terlebih dahulu dengan baik dan bukan berarti anda selalu setuju dengan nasihat orang lain (Yesman). Cernalah terlebih dahulu untuk kemudian anda ambil.
- Berpikirlah sejenak ketika anda ingin merspon pendapat oranglain. Mungkin anda tidak setuju tetapi pikirkanlah terlebih dahulu.
- Mulailah mencari ilmu dengan membaca buku, mengikuti seminar, pelatihan dan hadir dalam forum-forum atau kajian masalah.
- Tahukah anda menurut penelitian AMA (American Management Association) menunjukan 70% dari keputusan yang kita ambilternyata salah. Jadi hati-hatilah ketika kita membuat sebuah respon kepada orang lain.
Kesimpulan
Konsistensi itu memang baik tapi berhati-hatilah dengan setiap keputusan yang kita ambil karena bisa saja ego kita yang mengambil keputusan bukan diri kita yang berilmu. Mari bersama-sama kita tanamkan pikiran positif dalam diri kita. Dengan berpikir positif kita akan bisa mengarungi indahnya kehidupan ini.
Semoga bermanfaat.
Salam positif dan Salam sukses. ;-)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...