Sebuah penelitian mengungkap, wanita yang berolahraga secara teratur lima hari dalam seminggu memiliki kemampuan di atas rata-rata saat berhubungan seksual.
Menurut Damon Roxas, Direktur pelatihan dan kebugaran Crunch, 88 persen persen wanita yang berolahraga memiliki kehidupan intim yang lebih baik daripada yang jarang berolahraga. Pasalnya, menggerakkan bagian otot yang tepat akan meningkatkan energi, membangun kekuatan inti, dan menjadikannya lebih fleksibel.
Ada beberapa gerakan yang bisa Anda lakukan sendiri dengan bantuan matras dan kursi. Majalah FITNESS mengungkap lima diantaranya.
1. Latihan Meningkatkan Energi
Tujuan: meningkatkan fleksibilitas pinggul, pinggang, paha dan betis serta mengencangkan perut.
Jenis latihan: climber dan reverse crunch
Climber:
-Lakukan posisi push-up, tarik lutut kanan ke arah dada, tahan beberapa detik dan kembali ke posisi semula. Ganti dengan kaki kiri untuk mengencangkan perut. Lanjutkan gerakan yang sama dengan kaki bergantian selama 30 detik.
Reverse Crunch:
-Berbaring telentang di matras dengan kaki memanjang, tangan di atas kepala, kaki diangkat 6 inci.
-Angkat pinggul, tarik lutut ke dada sambil menarik bagian tubuh lain ke arah lutut. Turunkan. Ulanhi 10-15 kali.
Latihan ini akan meningkatkan stamina, ungkap Laura Berman penulis The Passion Prescription: 10 Weeks to Your Best.
2. Latihan Kekuatan Inti
Jenis latihan: Corkscrew
Tujuan: perut, pinggang dan pinggul
Cara:
-Berbaringlah telentang di atas lantai, angkat kedua kaki bersama-sama di atas pinggul. Perlahan-lahan, angkat pinggul dari lantai sambil memutar tubuh bagian bawah ke kanan sambil menjaga bagian atas tubuh.
-Turunkan kaki, lalu ulangi gerakan dari sisi kiri. Lakukan 20 kali secara bergantian lalu turunkan kaki.
"Latihan ini akan membantu mengendalikan kerja otot panggul yang banyak digunakan saat berhubungan seks," urai Berman.
3. Latihan Fleksibilitas
Jenis latihan: Hip flexor/quad stretch
Sasaran: Pinggul dan paha
Cara:
-Mulai tekuk kedua kaki di lantai. Tekuk lutut kiri 90 derajat sejajar dengan bahu.
-Tahan dada dan bahu tetap tegak, dorong pinggul kanan ke depan. Pegang kaki kanan dengan tangan kanan lalu tarik ke arah bokong, tahan 30 detik. Lalu beralih ke sisi yang lain.
Latihan ini membantu Anda lebih fleksibel saat mencoba posisi seks yang menantang.
4. Latihan Menjamin Peroleh Big "O"
Jenis latihan : Fleksibilitas pinggul, panggul, bokong, dan paha belakang
Cara:
- Berbaring telentang di atas lantai, lutut ditekuk. Angkat bokong, pinggul dan paha membentuk garis diagonal dari lutut ke kepala. Jangan biarkan bokong menyentuh lantai. Ulangi sebanyak 15 hitungan.
- Selanjutnya, sembari menghembuskan napas, miringkan panggul ke depan, jaga agar punggung tetap di lantai. Tarik napas sambil menurunkan paha, panggul dan bokong. Ulangi sebanyak 15 kali hitungan.
Menurut Berman, latihan ini akan membuat otot lebih kuat sehingga memengaruhi kontraksi otot dan orgasme semakin baik.
5. Latihan demi Sensasi MenggairahkanJenis latihan: Single-leg dip/jumping jack
Tujuan: memperkuat bokong, paha bagian samping dan belakang
Cara:
-Berdirilah di depan kursi dengan kaki selebar pinggul. Langkahkan kaki kanan di atas kursi, kaki kiri menggantung. Tekuk lutut kanan 90 derajat, tahan selama 15 detik. Turunkan kaki dan lakukan pada kaki yang satu lagi.
-Lakukan jumping jack 10 kali. Ulangi urutan gerakan ini 5 kali, dan beristirahat selama satu menit.
"Latihan pada bagian bawah tubuh membantu agar darah mengalir ke semua tempat-tempat yang memberi Anda kepuasan sempurna.
Tampilkan postingan dengan label pendidikan seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan seks. Tampilkan semua postingan
Tidak Tabu Bahas Pendidikan Seks dengan Anak
Agar anak-anak mengetahui risikonya bila berperilaku seks menyimpang.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan, bahwa membahas tentang pendidikan seks dan kesehatan reproduksi antara orangtua dengan anak bukanlah hal yang tabu.
"Jangan menganggap pembahasan seksologi antara orangtua dengan anak adalah hal yang tabu, bahkan hal itu sangat penting," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso.
Menurutnya, orangtua justru memang harus membahas dan mengkomunikasikan mengenai masalah seksologi dan kesehatan reproduksi agar anak-anak mereka bisa menghindari berbagai permasalahan remaja.
"Permasalahan remaja antara lain seks bebas, HIV-AIDS, menikah muda, dan lain sebagainya," katanya.
Menurut dia, jika sejak awal dibangun komunikasi yang baik terkait masalah seksologi dan kesehatan reproduksi maka seorang anak dapat mengetahui dampak negatif seks bebas dan nikah terlalu muda.
"Seks bebas kan bisa mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan akhirnya aborsi, bisa menularkan HIV-AIDS dan dampak negatif lainnya," katanya.
Sementara, menikah terlalu muda menurut dia bisa mengakibatkan proses melahirkan di usia yang terlalu dini yang bisa menjadi salah satu penyebab kematian ibu atau kematian anak.
Sudibyo menambahkan, menikah terlalu muda juga bisa memperpanjang masa reproduksi seorang perempuan sehingga kemungkinan melahirkan anak yang banyak sangat besar sementara hal tersebut bertolak belakang dengan program pemerintah yakni keluarga berencana dan upaya pengendalian jumlah penduduk.
"Jika seorang anak sejak dini diajarkan tentang dampak negatif seksologi oleh orangtua, maka anak tersebut bisa menghindarinya," katanya.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan, bahwa membahas tentang pendidikan seks dan kesehatan reproduksi antara orangtua dengan anak bukanlah hal yang tabu.
"Jangan menganggap pembahasan seksologi antara orangtua dengan anak adalah hal yang tabu, bahkan hal itu sangat penting," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso.
Menurutnya, orangtua justru memang harus membahas dan mengkomunikasikan mengenai masalah seksologi dan kesehatan reproduksi agar anak-anak mereka bisa menghindari berbagai permasalahan remaja.
"Permasalahan remaja antara lain seks bebas, HIV-AIDS, menikah muda, dan lain sebagainya," katanya.
Menurut dia, jika sejak awal dibangun komunikasi yang baik terkait masalah seksologi dan kesehatan reproduksi maka seorang anak dapat mengetahui dampak negatif seks bebas dan nikah terlalu muda.
"Seks bebas kan bisa mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan akhirnya aborsi, bisa menularkan HIV-AIDS dan dampak negatif lainnya," katanya.
Sementara, menikah terlalu muda menurut dia bisa mengakibatkan proses melahirkan di usia yang terlalu dini yang bisa menjadi salah satu penyebab kematian ibu atau kematian anak.
Sudibyo menambahkan, menikah terlalu muda juga bisa memperpanjang masa reproduksi seorang perempuan sehingga kemungkinan melahirkan anak yang banyak sangat besar sementara hal tersebut bertolak belakang dengan program pemerintah yakni keluarga berencana dan upaya pengendalian jumlah penduduk.
"Jika seorang anak sejak dini diajarkan tentang dampak negatif seksologi oleh orangtua, maka anak tersebut bisa menghindarinya," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

