Punya pacar tapi bingung cara bikin dia seneng? Nyenengin hati cewek itu gampang-gampang susah. Kadang kita udah nyeberangin dua lautan dan mendaki dua gunung tapi tetep aja senyum nggak pernah muncul diwajahnya. Sebaliknya,
hal-hal kecil yang kita anggap remeh dan nggak penting ternyata berkesan banget di hatinya.
1. Ngasih hadiah dadakan
Ada orang bilang, a key to a woman s heart is unexpected gift in unexpected time. Nah, kalo dipikir bener juga sih. Soalnya sebuah kejutan apa lagi disaat yang nggak diduga, pasti akan terus diinget sampai kapanpun. Misalnya, pas lho lagi jalan ke Bali dan nemu jepit rambut bagus. lho ahirnya memutuskan untuk memberi kejutan buat gebetan lho dengan membeli jepit rambut itu. Eh, pas ngasih, kebetulan jepit rambut dia baru ilang dua hari yang lalu. Klop, kan?
Nggak usah yang mahal-mahal toh. Barang kecil kayak jepit rambut pun tiba-tiba jadi hal yang paling berharga di matanya. Nggak mungkin kan dia pengen nonton DVD, trus lo beliin DVD player?
2. Ada di sampingnya di saat-saat genting
Yang ini sebenenernya contohnya banyak. Dari berinisiatif nganterin dia les pas sopirnya sakit, bantuin nyariin dompetnya yang hilang, sampai bantuin dia ngeganti ban pas ban mobilnya kempes di jalan. Kalo lho ada disaat-saat kayak gini, minimal lho akan dianggap the sweet boy (bukan muka lho yang manis ya!). Setelah itu dijamin, jalan untuk nembak terbuka lebar.
3. Make a good joke
Cewek seneng cowok kocak ketimbang yang serius. Itu fakta! Siapa sih yang betah sama orang yang kaku? Lagian pacaran atau ngegebet is supposed to be
fun. Dan satu hal yang bisa melicinkan jalan adalah dengan lawakan atau jokes.
Just remember: jangan garing! Dan tau tempat! Setelah dia ketawa, selamat bro! Lho udah dianggap sebagai orang yang fun to be with.
4. Dicemburuin
Kedengerannya emang aneh. Tapi, cewek itu banyak juga yang pengen di kasih komen kayak, Kamu kok sering banget sih jalan sama cowok itu. Kan aku jealous lho! atau Siapa sih cowok itu, kok baru denger namanya. Mukanya kayak gimana? . Walaupun sebenernya lho nggak ngerasain api cemburu itu (gila! mikirin juga nggak kali!) Tapi bolehlah dicoba sedikit-dikit. Triknya gampang kok. Jangan dengan nada keras (gaya sok imut gitu deh!), dan jangan terlalu sering. Nanti malah kabur lagi ceweknya.
5. Jadi decision maker yang baik buat dirinya
Intinya sih siap kalo dimintain pendapat. Yah, taulah cewek kalo udah kebingungan, bawaannya kan nanya terus. Kadang pertanyaan-pertanyaan itu sengaja ditanya ke cowok karena dia yakin temen ceweknya pasti ngasih jawaban standar. Dari pertanyaan kayak bagusan mana sih bajunya, yang biru atau hijau? Sampe kayak menurut lho, aku lebih baik kos atau nggak ya kalo kuliah nanti? Nah, sebagai cowok yang merhatiin dia, lho udah musti siap dengan jawaban mantep. Tentunya pake alasan yang oke dong. Dengan begitu, lho akan dipandang sebagai cowok tempat bertanya . Kalo saran lho terbukti bener. Bro, nggak akan habis terima kasihnya untuk lho.
6. Telpon or SMS di jam tidur atau pagi hari
Standar sih. Nggak usah dengan kata-kata rayuan pulau kelapa kok. Kata-kata kayak wake up sleepy heads! aja udah bisa bikin dia senyum kok. Minimal dia tau, kalo dia lagi diperhatiin orang. Triknya: pilih aja satu waktu. Bisa pas jam tidur atau pas bangunnya. Kalo dua-duanya kesannya kayak satpam ya? dan inget: jangan salah kirim! (gw mau share neh gan.. gw aja sebelum tidur itu selalu telpon / ditelpon cewe gw, sampe ketiduran.
7. Dikasih kepercayaan
Kalo lho lagi pendekatan sama cewek atau udah punya cewek sekali pun. Coba deh yang satu ini. Kasih dia tugas yang ngelibatin kepercayaan. Misalnya, minta dia untuk be a nice girl selama lo pergi. Bisa juga dengan minta tolong sama dia untuk ngerawat gitar kesayangan lho selama lho diluar kota. Inget, cewek itu kadang suka banget kalo dikasih kepercayaan. Karena itu nunjukkin kalo kita pengen banget jadi temen deketnya.
8. Dimanjain
Standar lah. Masak gak bisa sih? Kuncinya sih cuma satu: tau momen yang pas. Perhatiin dengan baik, gesture tubuh seorang cewek. Kalo dia mulai merapat di badan lho, berarti dia pengen dipeluk. Kalo udah mulai lengan baju, berarti dia pengen di gandeng. Kalo udah ngomong dengan gaya anak-anak, berarti tuh cewek pengen dibelai rambutnya. As simple as that! tapi, inilah yang cewe2 pada demen.. hehehe..
9. Bisa langsung akrab dengan keluarga dan sahabatnya
Ini lumayan susah bro. Karena nggak semua orang bisa akrab dengan cepat ke lingkungan baru. Tapi yang penting sih be yourself dan jaga kesopanan. Dan jangan jadi naksir best friend-nya ya. Wah, bisa ngerusak hubungan orang lho! Bisa akrab dengan orang-orang di deketnya itu nunjukkin kalo lho itu supel dan mau menerima lingkungan dia. Kalo lho udah berhasil disini, sebenernya sih langkah lho udah enteng!
10. Diajak ke tempat tongkrongan
Cewek itu seneng kalo lho ngajak dia ke dunia lho. Misalnya, kalo lho suka ngeband, ajak aja dia nongkrong di studio. Atau kalo lho hobi olahraga, bisa juga ngajak dia ngobrol-ngobrol di lapangan bareng geng lho. Asal lho tau ya, cewek itu suka banget dengan lingkungan baru (apalagi dia yang anak rumahan). Bagi dia merupakan suatu kebanggaan ngeliat lho punya komunitas sendiri selain di sekolahan. Dan yang penting, lho mau dia jadi bagian kelompoknya itu.
Tampilkan postingan dengan label dunia remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia remaja. Tampilkan semua postingan
Tips Agar Remaja Tak Terjerumus Dunia Seks Bebas
Harus diakui, perkembangan teknologi dan lingkungan yang berbeda daripada generasi sebelumnya berdampak pada perkembangan remaja masa kini. Termasuk pengetahuan dan informasi soal seksualitas.
Makin mudahnya akses informasi menjadikan anak dan remaja masa kini cenderung lebih cepat mengenal seks. Tapi, banyak orangtua yang masih risih membicarakan pendidikan seks dalam keluarga.
Psikolog seks Zoya Amirin mengatakan, kian maraknya perilaku seksual tak sehat di kalangan remaja menjadi keprihatinan tersendiri. Karenanya, sebagai lingkungan yang dikenal anak pertama kali, keluarga bisa menjadi sumber pendidikan seks yang positif. "Orangtua telah melalui masa-masa yang dialami anak-anak mereka. Maka, seharusnya dengan memahami kondisi anak dan remaja. Orangtua bisa berbagi sekaligus mendidik bagaimana menyikapi perubahan yang terjadi pada diri anak,"
Psikolog seks yang juga menjadi dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menyontohkan, ayah dan ibu bisa berperan sebagai teman saat terjadi perubahan fisik dan seksual pada buah hati.
Ayah bisa berperan sebagai sahabat anak laki-laki saat si anak mengalami pubertas atau mengalami mimpi basah. "Ayah bisa bilang setelah mengalami mimpi basah, kita tertarik dan terangsang melihat perempuan. Sehingga usahakan agar bila memiliki pacar berada di tempat ramai agar tak menjurus ke seks," ujarnya.
Peran ibu dalam pendidikan seks dalam keluarga menjadi penting saat anak memasuki masa menstruasi. "Kalau anak perempuan mens, ibu harus memberi pengertian bahwa anak perempuan akan mulai naksir lawan jenis dan mereka pun bisa hamil," katanya.
Dari situ, orangtua bisa mengarahkan anak agar mampu menolak lawan jenis yang mereka sukai, mendeteksi dan menolak pelecehan seksual yang dilakukan orang lain kepada mereka.
Dengan membicarakan seks secara sehat dalam keluarga, bukan saja anak mendapat informasi yang benar, mereka juga memahami mengapa terjadi perubahan pada tubuh mereka.
"Anak juga cenderung lebih terbuka kepada orangtua tentang aktivitas asmara mereka, ketimbang mereka memperoleh informasi dari luar seperti teman dan internet yang belum tentu benar."
Makin mudahnya akses informasi menjadikan anak dan remaja masa kini cenderung lebih cepat mengenal seks. Tapi, banyak orangtua yang masih risih membicarakan pendidikan seks dalam keluarga.
Psikolog seks Zoya Amirin mengatakan, kian maraknya perilaku seksual tak sehat di kalangan remaja menjadi keprihatinan tersendiri. Karenanya, sebagai lingkungan yang dikenal anak pertama kali, keluarga bisa menjadi sumber pendidikan seks yang positif. "Orangtua telah melalui masa-masa yang dialami anak-anak mereka. Maka, seharusnya dengan memahami kondisi anak dan remaja. Orangtua bisa berbagi sekaligus mendidik bagaimana menyikapi perubahan yang terjadi pada diri anak,"
Psikolog seks yang juga menjadi dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menyontohkan, ayah dan ibu bisa berperan sebagai teman saat terjadi perubahan fisik dan seksual pada buah hati.
Ayah bisa berperan sebagai sahabat anak laki-laki saat si anak mengalami pubertas atau mengalami mimpi basah. "Ayah bisa bilang setelah mengalami mimpi basah, kita tertarik dan terangsang melihat perempuan. Sehingga usahakan agar bila memiliki pacar berada di tempat ramai agar tak menjurus ke seks," ujarnya.
Peran ibu dalam pendidikan seks dalam keluarga menjadi penting saat anak memasuki masa menstruasi. "Kalau anak perempuan mens, ibu harus memberi pengertian bahwa anak perempuan akan mulai naksir lawan jenis dan mereka pun bisa hamil," katanya.
Dari situ, orangtua bisa mengarahkan anak agar mampu menolak lawan jenis yang mereka sukai, mendeteksi dan menolak pelecehan seksual yang dilakukan orang lain kepada mereka.
Dengan membicarakan seks secara sehat dalam keluarga, bukan saja anak mendapat informasi yang benar, mereka juga memahami mengapa terjadi perubahan pada tubuh mereka.
"Anak juga cenderung lebih terbuka kepada orangtua tentang aktivitas asmara mereka, ketimbang mereka memperoleh informasi dari luar seperti teman dan internet yang belum tentu benar."
Inilah 6 Fakta Seputar Sex Tentang Remaja Masa Kini
Sebenarnya fakta ini tidak melulu soal remaja berusia di bawah 17 tahun, namun hingga dewasa muda usia di bawah 25 tahun. Jadikan fakta-fakta ini sebagai pengetahuan Anda untuk menjaga diri dan membantu para remaja wanita yang masih minim pengetahuan soal seks.
• Empat dari sepuluh gadis remaja yang melakukan intercourse pertama di usia 13 atau 14 tahun rata-rata berakhir dengan perasaan tertekan, menyesal atau merasa tidak diinginkan.
• Kemungkinan untuk hamil jika tidak menggunakan kondom akan lebih tinggi pada remaja daripada kelompok usia lainnya, yaitu sekitar 90%.
• Hampir 30% dari semua kejadian hamil saat remaja berakhir dengan aborsi.
• Bayi dari ibu yang masih remaja umumnya memiliki berat badan yang lebih rendah dan memiliki prestasi yang buruk di sekolah. Mereka lebih berisiko mengalami pelecehan dan tidak dihiraukan.
• Memiliki anak saat masih remaja, di mana semuanya belum siap untuk kehadiran seorang anak akan berisiko mengakibatkan si anak menjadi kriminal 13% lebih besar dari normal pada laki-laki, dan juga mengikuti jejak ibunya untuk hamil di masa remaja sebesar 22% lebih besar dari normal pada gadis remaja.
• Sebagian besar penyakit menular seksual dan juga infeksi HPV terjadi pada usia 15 hingga 24 tahun, karena pengetahuan yang kurang soal seks dan kebersihan diri.
Seks di usia remaja, penyakit menular seksual hingga aborsi adalah masalah remaja yang terjadi di belahan dunia mana pun. Fakta yang dikutip dari medindia ini kembali mengingatkan bahwa kehidupan seks remaja harus mendapat perhatian lebih dan harus dicari cara yang paling natural untuk membicarakan ini dengan putra-putri remaja Anda.
• Empat dari sepuluh gadis remaja yang melakukan intercourse pertama di usia 13 atau 14 tahun rata-rata berakhir dengan perasaan tertekan, menyesal atau merasa tidak diinginkan.
• Kemungkinan untuk hamil jika tidak menggunakan kondom akan lebih tinggi pada remaja daripada kelompok usia lainnya, yaitu sekitar 90%.
• Hampir 30% dari semua kejadian hamil saat remaja berakhir dengan aborsi.
• Bayi dari ibu yang masih remaja umumnya memiliki berat badan yang lebih rendah dan memiliki prestasi yang buruk di sekolah. Mereka lebih berisiko mengalami pelecehan dan tidak dihiraukan.
• Memiliki anak saat masih remaja, di mana semuanya belum siap untuk kehadiran seorang anak akan berisiko mengakibatkan si anak menjadi kriminal 13% lebih besar dari normal pada laki-laki, dan juga mengikuti jejak ibunya untuk hamil di masa remaja sebesar 22% lebih besar dari normal pada gadis remaja.
• Sebagian besar penyakit menular seksual dan juga infeksi HPV terjadi pada usia 15 hingga 24 tahun, karena pengetahuan yang kurang soal seks dan kebersihan diri.
Seks di usia remaja, penyakit menular seksual hingga aborsi adalah masalah remaja yang terjadi di belahan dunia mana pun. Fakta yang dikutip dari medindia ini kembali mengingatkan bahwa kehidupan seks remaja harus mendapat perhatian lebih dan harus dicari cara yang paling natural untuk membicarakan ini dengan putra-putri remaja Anda.
Ingin Anak Lebih Patuh? Coba Lakukan Ini
Arahkan anak untuk bersikap positif melalui sejumlah aturan.
Anak bersikap bandel sudah sering ditemukan. Namun jika bandelnya terus menerus, pastinya orangtua ingin suapaya anaknya lebih disiplin, kan?
Mendisiplikan anak dan membuat anak lebih patuh, bukanlah hal mustahil. Sering kali orangtua terhambat pada rasa yang terlalu sayang sehingga pada akhirnya tidak tega ketika menerapkan aturan pada anaknya.
Berikut sejumlah tips untuk mendidik dan membesarkan anak yang berperilaku baik dan patuh.
Langkah 1: Terapkan batasan dan aturan.
Berikan landasan sejak awal dengan membuat batasan dan aturan di rumah Anda dari sejak anak berusia dini. Untuk anak-anak yang masih kecil, Anda bisa menggunakan diagram bergambar di lemari es untuk menggambarkan rutinitas dan aturan yang diharapkan ada di rumah.
Langkah 2: Tetapkan konsekuensi logis.
Konsekuensi atas pelanggaran aturan harusnya logis. Misalnya, jika anak Anda yang masih kecil berebut mainan, semua pihak tidak bisa memainkan mainan itu selama satu atau dua hari. Jika putra Anda melalaikan sepedanya, meninggalkannya begitu saja di jalanan menuju garasi, Anda harus menerapkan konsekuensi untuk tidak membolehkannya mengendarai sepeda selama sehari atau beberapa hari.
Langkah 3: Sampaikan pesan yang tepat.
Ketika anak Anda membuat kesalahan, jangan memukulnya. Juga jangan mengatai anak Anda nakal, bodoh, atau kata-kata menyerang lainnya. Jangan membuat ancaman yang tidak akan Anda tepati. Jika Anda mengancam akan mematikan TV selama seminggu, Anda harus siap menepatinya jika anak Anda melanggar aturan.
Langkah 4: Gunakan beberapa pujian.
Kebanyakan anak-anak mendengar kata “tidak” atau kata-kata negatif lainnya ratusan kali sehari dan tidak mendapatkan kalimat positif di kehidupan mereka. Ketimbang mengarahkan perhatian pada kesalahan mereka, tekankan pada perbuatan baik mereka. Perhatikan dan hargai perilaku positif anak dalam keseharian. Berikan semangat anak dalam melakukan hal-hal kecil misalnya merapikan mainannya. Pujian tidak hanya berupa kata-kata. Anda juga bisa menyampaikannya dengan senyuman dan pelukan.
Langkah 5: Berikan contoh.
Anda tidak bisa berharap anak Anda menjadi malaikat sempurna jika Anda sendiri tidak berperilaku baik. Tentu saja ada berbagai perbedaan aturan untuk anak dan dewasa, namun memperlakukan orang lain dengan buruk, bersikap negatif, atau menyepelekan pemberian orang adalah perilaku yang juga kerap dilakukan orang dewasa. Jangan sampai anak Anda berperilaku buruk karena mencontoh orangtuanya.
Anak bersikap bandel sudah sering ditemukan. Namun jika bandelnya terus menerus, pastinya orangtua ingin suapaya anaknya lebih disiplin, kan?
Mendisiplikan anak dan membuat anak lebih patuh, bukanlah hal mustahil. Sering kali orangtua terhambat pada rasa yang terlalu sayang sehingga pada akhirnya tidak tega ketika menerapkan aturan pada anaknya.
Berikut sejumlah tips untuk mendidik dan membesarkan anak yang berperilaku baik dan patuh.
Langkah 1: Terapkan batasan dan aturan.
Berikan landasan sejak awal dengan membuat batasan dan aturan di rumah Anda dari sejak anak berusia dini. Untuk anak-anak yang masih kecil, Anda bisa menggunakan diagram bergambar di lemari es untuk menggambarkan rutinitas dan aturan yang diharapkan ada di rumah.
Langkah 2: Tetapkan konsekuensi logis.
Konsekuensi atas pelanggaran aturan harusnya logis. Misalnya, jika anak Anda yang masih kecil berebut mainan, semua pihak tidak bisa memainkan mainan itu selama satu atau dua hari. Jika putra Anda melalaikan sepedanya, meninggalkannya begitu saja di jalanan menuju garasi, Anda harus menerapkan konsekuensi untuk tidak membolehkannya mengendarai sepeda selama sehari atau beberapa hari.
Langkah 3: Sampaikan pesan yang tepat.
Ketika anak Anda membuat kesalahan, jangan memukulnya. Juga jangan mengatai anak Anda nakal, bodoh, atau kata-kata menyerang lainnya. Jangan membuat ancaman yang tidak akan Anda tepati. Jika Anda mengancam akan mematikan TV selama seminggu, Anda harus siap menepatinya jika anak Anda melanggar aturan.
Langkah 4: Gunakan beberapa pujian.
Kebanyakan anak-anak mendengar kata “tidak” atau kata-kata negatif lainnya ratusan kali sehari dan tidak mendapatkan kalimat positif di kehidupan mereka. Ketimbang mengarahkan perhatian pada kesalahan mereka, tekankan pada perbuatan baik mereka. Perhatikan dan hargai perilaku positif anak dalam keseharian. Berikan semangat anak dalam melakukan hal-hal kecil misalnya merapikan mainannya. Pujian tidak hanya berupa kata-kata. Anda juga bisa menyampaikannya dengan senyuman dan pelukan.
Langkah 5: Berikan contoh.
Anda tidak bisa berharap anak Anda menjadi malaikat sempurna jika Anda sendiri tidak berperilaku baik. Tentu saja ada berbagai perbedaan aturan untuk anak dan dewasa, namun memperlakukan orang lain dengan buruk, bersikap negatif, atau menyepelekan pemberian orang adalah perilaku yang juga kerap dilakukan orang dewasa. Jangan sampai anak Anda berperilaku buruk karena mencontoh orangtuanya.
Tidak Tabu Bahas Pendidikan Seks dengan Anak
Agar anak-anak mengetahui risikonya bila berperilaku seks menyimpang.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan, bahwa membahas tentang pendidikan seks dan kesehatan reproduksi antara orangtua dengan anak bukanlah hal yang tabu.
"Jangan menganggap pembahasan seksologi antara orangtua dengan anak adalah hal yang tabu, bahkan hal itu sangat penting," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso.
Menurutnya, orangtua justru memang harus membahas dan mengkomunikasikan mengenai masalah seksologi dan kesehatan reproduksi agar anak-anak mereka bisa menghindari berbagai permasalahan remaja.
"Permasalahan remaja antara lain seks bebas, HIV-AIDS, menikah muda, dan lain sebagainya," katanya.
Menurut dia, jika sejak awal dibangun komunikasi yang baik terkait masalah seksologi dan kesehatan reproduksi maka seorang anak dapat mengetahui dampak negatif seks bebas dan nikah terlalu muda.
"Seks bebas kan bisa mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan akhirnya aborsi, bisa menularkan HIV-AIDS dan dampak negatif lainnya," katanya.
Sementara, menikah terlalu muda menurut dia bisa mengakibatkan proses melahirkan di usia yang terlalu dini yang bisa menjadi salah satu penyebab kematian ibu atau kematian anak.
Sudibyo menambahkan, menikah terlalu muda juga bisa memperpanjang masa reproduksi seorang perempuan sehingga kemungkinan melahirkan anak yang banyak sangat besar sementara hal tersebut bertolak belakang dengan program pemerintah yakni keluarga berencana dan upaya pengendalian jumlah penduduk.
"Jika seorang anak sejak dini diajarkan tentang dampak negatif seksologi oleh orangtua, maka anak tersebut bisa menghindarinya," katanya.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan, bahwa membahas tentang pendidikan seks dan kesehatan reproduksi antara orangtua dengan anak bukanlah hal yang tabu.
"Jangan menganggap pembahasan seksologi antara orangtua dengan anak adalah hal yang tabu, bahkan hal itu sangat penting," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso.
Menurutnya, orangtua justru memang harus membahas dan mengkomunikasikan mengenai masalah seksologi dan kesehatan reproduksi agar anak-anak mereka bisa menghindari berbagai permasalahan remaja.
"Permasalahan remaja antara lain seks bebas, HIV-AIDS, menikah muda, dan lain sebagainya," katanya.
Menurut dia, jika sejak awal dibangun komunikasi yang baik terkait masalah seksologi dan kesehatan reproduksi maka seorang anak dapat mengetahui dampak negatif seks bebas dan nikah terlalu muda.
"Seks bebas kan bisa mengakibatkan kehamilan di luar nikah dan akhirnya aborsi, bisa menularkan HIV-AIDS dan dampak negatif lainnya," katanya.
Sementara, menikah terlalu muda menurut dia bisa mengakibatkan proses melahirkan di usia yang terlalu dini yang bisa menjadi salah satu penyebab kematian ibu atau kematian anak.
Sudibyo menambahkan, menikah terlalu muda juga bisa memperpanjang masa reproduksi seorang perempuan sehingga kemungkinan melahirkan anak yang banyak sangat besar sementara hal tersebut bertolak belakang dengan program pemerintah yakni keluarga berencana dan upaya pengendalian jumlah penduduk.
"Jika seorang anak sejak dini diajarkan tentang dampak negatif seksologi oleh orangtua, maka anak tersebut bisa menghindarinya," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)




