Mitos dalam sejarah umat manusia, tidak pernah lepas merekam obsesi
manusia itu sendiri dalam mencari kepuasan kuliner (makanan dan minuman) yang lezat dinikmati dan sekaligus memberikan rahasia energi yang memberikan keperkasaan seks. Hampir dalam setiap sejarah, selalu saja ada makanan tertentu yang dihubungkan dengan seks. Benarkah makanan-makanan tertentu mengandung rahasia aphrodisiac (zat penambah gairah seks)?
Dalam kultur kita, juga dikenal berbagai macam jenis makanan aphrodisiacs. Daging kambing, susu-telor-madu, dan soto torpedo, merupakan beberapa contoh terkenal. Di manakah rahasia sebenarnya? Legenda menyebutkan, dalam banyak kultur, perempuan turun temurun selalu mewariskan makanan-makanan tertentu, yang konon sangat berguna untuk menambah gairah dan daya seks kaum lelaki.
Sebenarnya fungsi makanan, selain untuk mempertahankan hidup, memang punya tugas rahasia, yaitu untuk memperkuat daya seks. Lelaki sendiri selalu punya ide romantis, bahwa perempuan yang ideal adalah perempuan yang pandai memasak. Tidak salah kalau banyak lelaki yang jatuh hati kepada seorang perempuan karena kepandaiannya memasak. Makanan, tak pelak, merupakan salah satu rahasia cinta.
Percaya atau tidak, makanan tertentu memang punya rahasia aphrodisiac. Ada dua zat kimiawi yang dikandung oleh makanan dan yang diyakini dapat merangsang otak pria, sehingga menghasilkan
hormon yang menciptakan gairah seks dan kepuasan seks. Yang pertama adalah zat yang bersifat Neurotrasmitters seperti Dopamine, Norepinephrine, Phennylethylamine. Semua itu adalah zat yang
bersifat sama seperti Amphetamines, yaitu zat yang menciptakan rangsangan dan gairah seks. Zat ini merupakan stimulan yang sangat berkhasiat.
Coklat misalnya, mengandung banyak zat PEA. Sehingga konon, mereka yang suka makan coklat, biasanya sangat aktif kehidupan seksnya. Makanan yang berprotein tinggi, seperti daging, telur, susu dan
kacang-kacangan merangsang otak untuk menghasilkan Dopamine dan Norepinephrine. Kedua zat ini merangsang otak untuk memproduksi Endorphins, yaitu zat yang membuat otak kita lepas dari segala
ketegangan, sehingga membuat kita peka terhadap rangsangan dan mudah bergairah.
Endorphins juga diketahui menimbulkan rasa aman dan puas. Pada saat orgasme, biasanya otak memproduksi zat Endorphins dalam jumlah yang banyak. Makanan berprotein tinggi yang banyak mengandung vitamin B6, Niacin dan Tryptophan yang dapat merangsang otak untuk memproduksi Serotonin (zat penghilang rasa sakit) dan Endorphins.
Satu hal yang Anda perlu waspada adalah, bila terlalu banyak mengkonsumsi makanan berprotein tinggi yang banyak mengandung Tryptophan, seperti daging, susu, pisang dan keju akan membuat Anda merasa begitu rileks, sampai akhirnya Anda mengantuk dan akhirnya mengorok dalam tidur.
Jadi bagaimana kalau kita ingin mendapatkan energi yang berdampak bagus untuk seks? Bila Anda (terutama kaum lelaki), ingin mempunyai kekuatan dan kemampuan seks yang menakjubkan dan dikagumi kaum Hawa sebaiknya Anda memperbanyak diet dengan makanan yang banyak mengandung zat-zat seperti berikut.
Pertama adalah Zinc, yaitu zat yang akan merangsang tubuh untuk memproduksi hormon testosterone. Zat ini terdapat pada daging dan oysters (kerang-kerangan). Kedua adalah Arginine atau hormon
pertumbuhan, terdapat pada coklat, kacang-kacangan, oatmeal, sunflower dan whole wheat bread. Ketiga adalah Selenium, yaitu zat inti oxidant, terdapat pada tomat, sayur brokoli, dan berbagai ikan laut. Yang keempat adalah Niacin, terdapat pada ikan, telur, kacang tanah, ayam, dan alpukat.
Keempat zat inilah yang bertugas menghasilkan hormon seks seperti Progesterone, Testosterone dan Estrogen. Ketika lelaki melakukan ejakulasi, dia kehilangan ketiga hormon seks ini dalam jumlah yang
cukup banyak. Dalam kaitan ini Vitamin E dan Niacin, sangat diperlukan dan berperan dalam mengembalikan stamina lelaki setelah melakukan hubungan seks.
Banyak ahli nutrisi setelah mengetahui rahasia formula Kuliner seks ini, akhirnya melihat bahwa ternyata banyak makanan sederhana sehari-hai merupakan aphrodisiac sangat ampuh. Sebagai contoh adalah tahu. Tahu, seperti diketahui, merupakan makanan sederhana yang dibuat dari kacang kedelai dan berharga sangat murah. Tapi kini tahu banyak disebut sebagai makanan ajaib. Tahu yang untuk pertama kalinya ditemukan oleh bangsa Cina lebih dari 5.000 tahun lalu itu, telah banyak digunakan sebagai makanan maupun obat.
Demikian juga sayur-sayuran seperti bayam, brokoli, jagung, dan buah alpukat, merupakan makanan sederhana yang sehari-hari dengan mudah dapat dikonsumsi, jelas tidak boleh Anda remehkan khasiatnya.
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Buah dan Sayur yang Bisa Turunkan Tekanan Darah
Menjaga tekanan darah tetap normal sangat penting karena tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal dan penyakit jantung. Beberapa buah dan sayur ini memiliki khasiat besar dalam mengontrol tekanan darah.
Tekanan darah tinggi sering disebut 'silent killer' karena seringkali tidak menunjukkan gejala apa-apa. Penelitian menunjukkan memasukkan buah-buahan dan sayuran tertentu dalam menu harian Anda dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.
Berikut beberapa buah dan sayur yang dapat menurukan tekanan darah, seperti dilansir Livestrong, Minggu (20/3/2011), antara lain:
1. Buah bit
Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Barts and London Medical School dan Queen Mary University of London menunjukkan minum jus bit dapat menurunkan tekanan darah. Ini karena buah bit mengandung nitrat yang bisa membantu menurunkan tekanan darah.
Mekanisme kerja yang terjadi adalah kadar nitrat anorganik di dalam buah bit akan diubah menjadi gas oksida nitrat saat dimakan. Gas ini akan membuat pembuluh darah terbuka dan rileks, sehingga tekanan darah seseorang menjadi turun. Namun efek ini lebih jelas terlihat pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan.
2. Bayam
Folat, yaitu vitamin B yang larut yang ditemukan pada bayam dan brokoli juga dapat menurunkan tekanan darah. Ilmuwan dari Policlinico di Modena, Italia, mengeksplorasi efek folat pada tekanan darah pada wanita menopause.
Peserta menerima 15 mg folat atau plasebo selama tiga minggu. Para ilmuwan melaporkan pada European Journal of Clinical Nutrition bahwa kelompok folat mengalami penurunan yang signifikan pada tekanan darah dibandingkan dengan kelompok plasebo.
3. Buah jeruk
Sebuah penelitian dilaporkan dalam jurnal Hipertensi edisi bulan April 2005. Ilmuwan dari St George's Medical School di London meneliti efek dari sitrat kalium yang ditemukan dalam pisang dan buah jeruk, serta kalium klorida dari suplemen. Ilmuwan menemukan bahwa kedua bentuk kalium tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi tahap 1.
4. Pisang
Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases edisi Desember 2009 menyelidiki dampak suplemen magnesium pada orang dewasa yang kelebihan berat badan.
Peneliti menemukan bahwa partisipan dengan tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 dan diastolik antara 90 dan 99 dengan mengonsumsi magnesium 300 mg selama 12 minggu, mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan dengan plasebo. Magnesium banyak terdapat pada buah pisang, apel, jeruk dan pir.(detikhealth)
Langganan:
Postingan (Atom)
