Pages

Tampilkan postingan dengan label Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata. Tampilkan semua postingan

Yang Benar dan Salah Soal Lasik Mata

lasik mata

Salah satu cara menghilangkan mata minus adalah melakukan operasi laser mata atau dikenal dengan lasik. Namun banyak beredar rumor mengenai prosedur lasik. Ini dia fakta dan mitos seputar lasik.

Prosedur operasi laser mata ini adalah kornea dari pasien yang akan ditipiskan. Dokter menggunakan laser yang secara permanen bisa mengubah bentuk kornea dan lensa yang berada di belakang pupil mata.

Orang yang dikatakan rabun jauh karena korneanya terlalu tajam melengkung, sehingga sinar cahaya jatuh di daerah belakang atau depan mata yang membuat gambar menjadi kabur atau tidak jelas. Mata harus ditutup selama 24 jam saat dilasik dan kedua mata umumnya bisa diobati pada hari yang sama.

Meski demikian ada beberapa mitos yang beredar mengenai prosedur ini, untuk itu ketahui apa saja mitos dan fakta mengenai operasi laser mata atau lasik seperti dikutip dari Dailymail, Senin (31/1/2011) yaitu:

Fakta

  1. Hanya diperlukan waktu beberapa menit untuk melakukan prosedur ini pada masing-masing mata.

  2. Seorang ahli bedah yang terlatih dan berteknologi memastikan bahwa gerakan tidak akan mempengaruhi hasil.

  3. Siapa pun yang berusia di atas 18 tahun dan berhasil lolos pemeriksaan pra-lasik maka ia bisa melakukan operasi ini.

  4. Laser yang digunakan tidak akan bisa membuat seseorang menjadi buta, tapi bisa memperbaiki jarak penglihatan mata seseorang.

  5. Efek samping utama dari peosedur ini adalah membuat mata kering dan waktu penyembuhannya bervariasi mulai dari beberapa minggu hingga bulan.

  6. Ada sekitar 0,1 persen kemungkinan komplikasi visual kecil.

  7. Sebagian besar pasien bisa langsung melihat dengan baik pada hari ia melakukan operasi, dan sebagian lagi pada keesokan harinya.

  8. Praktek ini harus dilengkapi dengan perawatan pasca operasi jangka panjang.


Mitos

  1. Dalam prosedur ini umumnya menimbulkan rasa nyeri. Padahal yang benar tidak menimbulkan rasa nyeri.

  2. Proses laser yang dilakukan panas. Padahal sebenarnya proses laser itu dingin.

  3. Muncul bau terbakar saat mata dioperasi. Padahal sebenarnya bau itu akibat atom karbon yang dihasilkan oleh laser.

  4. Kornea mata bisa berubah setelah dilasik. Padahal sebenarnya perubahan kornea mata yang dihasilkan dalam prosedur ini adalah permanen, Jadi setelah kornea ditipiskan tidak akan kembali seperti semula.

Sinar Matahari Meningkatkan Risiko Kebutaan

matahari

Ada berbagai macam penyakit mata yang dialami manusia. Tapi ada satu jenis penyakit mata yang dapat memburuk jika terkena sinar matahari kuat yaitu Age-related macular degeneration (AMD).

Penyakit AMD ini mempengaruhi makula yaitu bagian mata yang memungkinkan seseorang untuk melihat secara detail. Secara bertahap kondisi ini akan menghancurkan fungsi utama dari penglihatan misalnya untuk membaca, menonton televisi atau mengemudi.

Hingga kini penyebab pasti dari AMD belum diketahui, tetapi diperkirakan ada sejumlah faktor risiko yang mempengaruhi seperti faktor keturunan, merokok atau terlalu sering terkena paparan sinar matahari.

Tapi hal yang paling umum adalah akibat pertambahan usia dan perempuan cenderung lebih rentan terkena penyakit ini dibandingkan dengan laki-laki.

Kondisi ini yang dialami oleh Jasmine Harman (34 tahun) seorang presenter A Place In The Sun dan membuatnya harus sangat waspada terhadap sinar matahari.

"Ketika saya masih remaja, saya tidak pernah suka menggunakan kacamata hitam saat harus ke tempat yang menyilaukan. Tapi sekarang saya tidak bisa keluar di bawah sinar matahari tanpa kacamata hitam dan topi untuk melindungi mata saya," ujar Jasmine, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (6/5/2010).

Jasmine mengakui bahwa dulu ia banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari yang cerah tanpa perlindungan kacamata, sehingga hal ini bisa meningkatkan risiko AMD. Selain itu diketahui juga bahwa neneknya menderita AMD di pertengahan tahun 60-an.

Pada awalnya seseorang akan melihat objek dengan ukuran atau bentuk yang tidak biasa dan akan muncul garis bergelombang atau samar-samar.

Selain itu penderita biasanya akan merasa sangat sensitif dengan cahaya atau saat melihat lampu. Kondisi AMD akan mempengaruhi retina mata sehingga orang yang mengalami hal ini suatu saat akan melihat sesuatu menjadi gelap.

Terdapat dua jenis AMD yaitu AMD kering dan juga AMD basah. Untuk AMD kering atau atrophic AMD menyebabkan terhadinya atropi ke lapisan bawah pigmen makula, sehingga meninggalkan endapan kuning yang dapat mempengaruhi penglihatan.

Sedangkan untuk AMD basah adalah suatu kondisi vaskular akibat adanya pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal sehingga menyebabkan kebocoran protein dan darah di bawah makula.

Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit sehingga sering kali terabaikan. Karena itu usahakan untuk selalu melindungi mata jika berada di bawah sinar matahari seperti menggunakan kacamata hitam atau topi.

Kenapa Mata 'Takut' dengan Bawang?

menangis

Melihat benda tajam, mata masih bisa melotot tapi saat berhadapan dengan bawang mata cepat sekali tersedu-sedu. Kenapa mata tak tahan dengan bawang?

Bawang adalah salah satu bumbu dapur yang banyak digunakan dalam masakan. Tapi jika seseorang ingin menggunakannya ia harus siap-siap untuk menangis.

Selain untuk bumbu masakan, bawang juga diyakini mengandung bahan kimia yang berfungsi sebagai anti kolesterol, anti inflamasi (peradangan), antioksidan dan juga bisa membantu mengatasi tekanan darah.

Kenapa mengiris atau mengupas bawang bikin orang menangis?

Ketika seseorang memotong atau mengupas bawang maka ia memecahkan sel-sel di bawang yang menggabungkan tiap lapisan. Satu membran bawang mengandung enzim sedangkan yang lainnya mengandung senyawa sulfur.

Ketika bawang diiris atau di kupas maka terjadi reaksi kimia antara enzim dan juga senyawa sulfur yang menghasilkan gas volatil (mudah menguap). Gas ini akan bereaksi dengan udara sekitar menjadi sulphuric acid.

Karena ujung saraf dari mata ini sangat sensitif, maka saat terkena gas tersebut mata menjadi teriritasi dan merangsang keluarnya air mata untuk melindungi mata. Karena itu tak heran jika semakin banyak bawang yang dipotong, air mata yang keluar akan semakin banyak pula.

Namun jika bawang tersebut sudah masuk ke dalam wajan atau penggorengan maka seseorang tidak akan menangis atau air matanya berhenti.

"Hal ini karena selama proses memasak, enzim yang menghasilkan gas-gas ini akan menjadi hancur atau tidak aktif lagi sehingga tidak membuat mata menjadi iritasi," ujar Dr Gerry Russell, profesor food biochemistry dari University of California, seperti dikutip dari Health.Ninemsn, Rabu (2/3/2011).

Untuk mengurangi iritasi sehingga tak banyak air mata yang keluar saat berhadapan dengan bawang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu:

  1. Menjaga jarak mata dengan bawang, semakin jauh jaraknya maka gas yang mengiritasi mata akan semakin sedikit.

  2. Menjaga bawang tetap dingin, hal ini karena dengan mendinginkan bawang bisa mengurangi gas yang keluar akibat enzim yang tidak aktif.

  3. Menggunakan kacamata, dengan kacamata akan membuat mata terlindungi sehingga mengurangi iritasi.

  4. Mengunyah permen karet, mengunyah akan membuat seseorang bernapas lewat mulut sehingga mengurangi paparan gas ke mata.

  5. Usahakan untuk tidak mengucek mata karena akan membuat mata semakin teriritasi dan memicu lebih banyak air mata yang keluar.

Kantong Mata Besar Pertanda Apa?

kantong mata

Bagi yang sangat memperhatikan penampilan, kantong mata yang bengkak dan menghitam tentu sangat mengganggu. Lain halnya saat seseorang butuh pencitraan, kantong mata justru bisa memberi kesan sebagai pekerja keras yang tak kenal lelah.

Kantong mata atau lingkaran hitam di sekitar mata selama ini selalu identik dengan orang yang sering kerja larut malam sehingga kurang tidur. Padahal kantong mata tak hanya disebabkan karena hal itu, ada beberapa penyakit dan kondisi yang bisa menyebabkan kantong mata.

Pemicu utama terbentuknya kantong mata adalah faktor penuaan, penumpukan cairan dan beberapa penyakit.

Berikut beberapa penyebab terbentuknya kantong di bawah mata, seperti dilansir darkcirclesgone dan darkcircles.net, Kamis (3/3/2011), yaitu:

1. Gangguan ginjal
Daerah lembut yang ada di bawah mata berhubungan langsung dengan ginjal (area langsung yang berhubungan dengan usus besar atau usus besar). Dalam beberapa kasus, kantong di bawah mata adalah tanda masalah ginjal.

Tanda-tanda lain seperti perubahan frekuensi buang air kecil atau perubahan tampilan urine, pembengkakan di pergelangan kaki, wajah, kaki, dan tangan, kelelahan, ruam gatal atau kulit, rasa tidak enak di mulut, pusing dan sulit berkonsentrasi, perasaan terus-menerus dingin, serta nyeri di kaki dan panggul.

2. Hipotiroid (kurangnya kadar tirod tubuh)
Kadar tiroid lambat mempengaruhi 2 dari 100 wanita atau 2 persen dari populasi wanita. Jika Anda mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, penurunan berat badan, sensitif cuaca dingin, kelemahan otot atau kram otot, kulit kering dan rambut tipis, sakit saat haid, nadi lambat dan membengkak jaringan, ini pertanda kadar tiroid di tubuh rendah dan juga dapat menyebabkan kantong di bawah mata.

3. Retensi cairan
Terlalu banyak minum sebelum tidur atau makan makanan yang asin dapat menyebabkan terjadinya retensi cairan di tubuh. Retensi air bisa menyebabkan kantong di mata yang biasanya terjadi saat tidur malam.

4. Masalah di hati

Kantong di mata juga bisa menandakan adanya gangguan di hati, terutama jika disertai keluarnya keringat di sekitar mata.

5. Reaksi alergi

Kantong di bawah mata juga bisa disebabkan reaksi alergi. Mungkin Anda alergi terhadap makanan atau bulu dari bawah bantal. Perubahan hormon saat menstruasi juga menyebabkan kantong mata.

6. Penuaan

Penuaan dapat menyebabkan terbentuk kantong mata. Penuaan menyebabkan kulit di sekitar mata menjadi lebih tipis dan elastisitasnya melemah, menyebabkan lemak menonjol keluar.

Rahasia Orang Buta Punya Pendengaran yang Tajam

orang buta

Orang buta umumnya memiliki indera pendengaran yang lebih baik dibanding orang normal. Apa yang menyebabkan orang buta punya pendengaran yang tajam?

Peneliti dari Montreal Neurological Institute (MNI) di McGill University dan Universite de Montreal telah menunjukkan bahwa orang yang tidak bisa melihat, benar-benar memiliki pendengaran yang lebih baik. Tapi hal ini umumnya terjadi pada orang yang mengalami kebutaan saat masih sangat muda.

"Sebelumnya telah diketahui bahwa kebutaan bisa membantu perkembangan musik, tapi tidak memperhitungkan usia orang tersebut menjadi buta," ujar Dr Robert Zatorre, seorang ahli saraf kognitif di MNI, McGill University, seperti dikutip dari ScienceDaily, Rabu (30/3/2011).

Pada orang yang bisa melihat, area otak yang disebut dengan medial occipital memainkan peran yang penting dalam mendaftar sinyal secara visual.

Nah, pada orang yang mengalami kebutaan sejak awal kehidupan akan mengoperasikan daerah otak ini untuk mendeteksi suara. Hal ini yang membuat seseorang bisa mendengar lebih baik dibandingkan dengan orang normal.

Selain itu saat lahir atau berusia muda, pusat otak yang mengatur penglihatan, pendengaran dan indera lainnya semua masih terhubung. Koneksi yang ada ini kemungkinan terus dipertahankan dan digunakan untuk memproses suara pada orang yang mengalami kebutaan.

Karena itu terkadang diketahui orang yang mengalami kebutaan tidak hanya bisa mendengar lebih baik, tapi juga memiliki indera sentuhan yang lebih baik dan penciuman yang lebih kuat.

Hasil penelitian ini diberi judul Pitch discrimination in the Early Blind yang sudah diterbitkan dalam jurnal Nature pada 15 Juli 2004.

Sakit Kepala dengan Pandangan Kabur Bisa Picu Buta Permanen

puyeng

Jangan meremehkan sakit kepala, terutama jika disertai gejala penglihatan kabur. Bisa jadi itu disebabkan oleh tekanan tinggi pada cairan di kepala yang jika dibiarkan berlarut-larut bisa memicu kebutaan permanen di kemudian hari.

Sakit kepala yang disertai penglihatan kabur seringkali menandakan peningkatan tekanan di kepala atau yang menekan saraf-saraf atau disebut dengan istilah idiopathic intracranial hypertension (IIH). Sepintas, gejalanya mirip dengan tumor dan penyumbatan pembuluh darah di kepala.

Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi, diperkirakan hanya menyerang 1 di antara 100.000 orang. Namun justru karena jarang, maka kondisi ini sering diabaikan lalu berlanjut hingga memicu kebutaan permanen akibat kerusakan pada saraf-saraf penglihatan di otak.

"Kebanyakan pasien IIH adalah wanita muda yang mengalami obesitas. Pria dan orang-orang yang kurus jarang mengalaminya," ungkap ahli saraf mata dari Mount Sinai Hospital, Prof Janet Rucker seperti dikutip dari NY Dailynews, Jumat (4/3/2011).

Prof Rucker menambahkan, penyebab sesungguhnya pada IIH belum diketahui pasti. Namun peningkatan risikonya sebanding dengan indeks massa tubuh (IMT), artinya jika seseorang semakin gemuk maka risikonya untuk mengalami IIH juga semakin tinggi.

Beberapa faktor pemicu termasuk genetik dan kondisi hormonal masih sebatas dugaan, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikannya. Namun penggunaan obat-obatan tertentu diketahui bisa memicu IIH, misalnya minocycline yang dipakai untuk mengobati jerawat.

Prof Rucker menyarankan, sakit kepala yang disertai pandangan kabur sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Sedangkan untuk mengurangi risiko IIH, cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah menjaga berat badan tetap ideal atau tidak terlalu gemuk.

Tumbuhan Ganggang, Terobosan Baru untuk Mata Buta

buta

Tanaman air Alga atau ganggang punya kemiripan dengan mata manusia, yakni sama-sama peka terhadap rangsang cahaya. Kemiripan itu menjadi inspirasi bagi para ilmuwan yang memanfaatkan tanaman air tersebut untuk mengatasi kerusakan retina pada orang buta.

Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Southern California mengungkap, Alga memiliki gen tertentu yang membuatnya sangat peka terhadap cahaya. Kepekaan ini dibutuhkan dalam fotosintesis, yakni proses mengolah makanan dengan bantuan sinar matahari.

Gen tersebut diyakini punya mekanisme kerja yang mirip dengan gen yang terdapat dalam retina, bagian pada mata yang berfungsi menangkap cahaya. Cahaya yang ditangkap oleh retina akan diubah menjadi sinyal elektrik yang diteruskan oleh saraf menuju otak.

Pada orang buta, kemampuan retina untuk menangkap cahaya banyak berkurang atau malah tidak berfungsi sama sekali. Kemiripan antara gen penangkap cahaya pada Alga dengan gen pada retina dimanfaatkan oleh para ilmuwan untuk mengatasi kebutaan.

Dalam uji coba, penyuntikan gen Alga mampu membuat mata tikus menjadi lebih peka terhadap cahaya. Efek yang muncul bersifat permanen, artinya hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup maka efeknya akan bertahan selamanya.

Jika dikembangkan lebih lanjut, maka penerapannya pada manusia diperkirakan bisa mengatasi masalah kerusakan retina yang bisa memicu kebutaan. Diperkirakan, sekitar 1 juta kasus kebutaan di seluruh Inggris dipicu oleh kerusakan pada retina.

"Ide yang melatarbelakangi penelitian ini memang untuk menyembuhkan kebutaan," ungkap sang peneliti, Alan Horsager seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (17/4/2011).

Namun untuk bisa diterapkan pada manusia, terobosan ini diperkirakan masih butuh proses yang panjang. Peningkatan sensitivitas pada mata tikus tidak menggambarkan kondisinya pada manusia, apakah orang buta nantinya hanya bisa membedakan terang dan gelap saja atau benar-benar bisa melihat.

Vitamin D Kurangi Risiko Kerusakan Mata Hingga 59 Persen

mata

Tidak hanya bermanfaat bagi tulang, vitamin D juga baik untuk kesehatan mata karena bisa menjaganya dari kerusakan. Konsumsi vitamin D yang cukup bisa mengurangi risiko mata rusak hingga 59 persen terutama pada perempuan usia muda.

Ilmuwan dari Buffalo University di New York, Dr Amy Millen membuktikan hal itu dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Archieves of Opthalmology. Dalam penelitian itu, Dr Millen melibatkan tak kurang dari 1.313 perempuan berusia di bawah 75 tahun.

Penelitian itu membuktikan bahwa kecukupan vitamin D berhubungan dengan risiko Age-related Macular Degeneration (AMD) atau penurunan fungsi makula mata akibat proses penuaan. Kondisi ini ditandai dengan kerusakan makula, yakni bagian kecil di tengah-tengah kornea.

AMD diderita oleh 2 persen populasi warga di negara-negara berkembang, paling banyak di kelompok usia 50 tahun ke atas. Penderitanya akan mengalami gangguan penglihatan, bahkan tidak sedikit di antaranya yang sampai mengalami buta sebagian.

Dalam penelitian itu terungkap, makin tinggi asupan vitamin D serta diimbangi dengan nutrisi lainnya maka risiko mengalami AMD makin kecil. Pada partisipan dengan asupan vitamin D paling banyak, penurunan risiko AMD bisa mencapai 59 persen.

"Butuh lebih banyak penelitian mengenai hal ini, untuk memastikan hubungannya dengan faktor lain yagn sudah diketahui yakni genetik dan gaya hidup," ungkap Dr Millen seperti dikutip dari Dailymail, Senin (18/4/2011).

Beberapa jenis makanan yang merupakan sumber vitamin D antara lain susu, ikan salmon, bayam, kedelai dan jus jeruk. Sinar matahari bukan sumber vitamin D, namun sangat dibutuhkan dalam mensintesis provitamin D di dalam tubuh agar menjadi vitamin D.

Gejala-gejala Buta Glaukoma yang Sering Diabaikan

 
img
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...